Saatini kami berfokus pada limbah minyak jelantah Ekonomi Sirkular Melibatkan seluruh stakeholder (masyarakat, rumah tangga, hotel, resto, café dan industri) untuk mewujudkan ekonomi sirkular. Pahlawan Tenaga penjemputan sampah dan limbah sekaligus agregator Zerolim pada masyarakat Mitra Kawan Zero 1000+ Rumah Tangga 100+ Hotel, Restoran, Kafe
Satuliter jelantah dibeli pabrik pengolahan minyak goreng bekas jadi biodiesel ini Rp2000. Yayasan Lengis Hijau melalui unit usahanya PT. Bali Hijau Biodiesel baru beroperasi tiga tahun di Kota Denpasar, Bali. Dirintis oleh Caritas Switzerland, lembaga bantuan sosial global dari Swiss bekerja sama dengan pemerintah kota Denpasar.
BaliHijau Biodiesel. Implementasi biodiesel berbasis minyak jelantah di Indonesia dapat dilakukan dengan beberapa program, diantaranya: - Program mandatori biodiesel. Kontribusi biodiesel berbasis minyak jelantah sebesar 2.765 kL dari 2014-2018. Adapun produksi kemudian berhenti karena faktor keterbatasan bahan baku dan tingginya biaya produksi.
SistemMembeli minyak jelantah dari berbagai sektor (komersil dan perumahan) dan diolah menjadi biodiesel. Proses Kumpulkan minyak jelantah yang kakak hasilkan di dapur atau tempat usaha kakak Hubungi kami, lalu kami akan jemput minyak jelantah ke tempat kakak langsung
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Mayoritas orang Indonesia tentu sudah sangat akrab dengan olahan makanan yang digoreng, sehingga ketersediaan minyak goreng di rumah biasanya selalu ada. Setelah menggoreng makanan, minyak yang sudah dipakai jangan langsung dibuang. Sebab, ternyata kini ada cara mengolah minyak jelantah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Minyak jelantah atau minyak bekas pemakaian sering kali dianggap tidak sehat, akhirnya tidak kita gunakan lagi. Melansir dari Zero Waste Indonesia, minyak jelantah memang mangandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yaitu zat pemicu kanker. Senyawa karsinogenik terjadi selama proses penggorengan. Artikel Terkait 7 Khasiat minyak kelapa untuk kecantikan, coba dan buktikan sendiri Dampaknya tentu saja akan merusak tubuh jika dipakai berkali-kali. Namun, jika dibuang begitu saja pun limbah minyak jelantah dapat mencemari lingkungan, terutama tanah yang dilaluinya. Pencemaran tanah ini akan menyebabkan pori-pori tanah tertutup, lalu tanah menjadi keras sehingga tidak mampu lagi mendukung aktivitas manusia. Kalau seperti ini, tidak hanya bumi kita yang terancam, tetapi keberlangsungan makhluk hidup yang ada di bumi juga bisa ikut terancam. Oleh karena itu, agar sisa minyak jelantah ini tidak merusak tubuh kita maupun lingkungan, Bunda perlu mengetahui tips atau cara mengolah minyak jelantah. Cara Mengolah Minyak Jelantah Minyak jelantah tidak harus dibuang, Bunda dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, serta tidak memberikan dampak yang negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Yuk, simak berbagai cara berikut ini agar Bunda dapat mengolah minyak jelantah untuk keperluan rumah tangga 1. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Bunda bisa menyulap minyak jelantah menjadi sabun cuci yang bermanfaat. Selain lebih ramah lingkunga, lumayan bisa lebih hemat juga. Gambar Freepik Untuk membuatnya, Bunda hanya memerlukan bahan-bahan seperti Minyak jelantah Air NaOH Natrium Hidroksida atau soda api Jeruk nipis atau fragrance oil Daun binahong sebagai anti bakteri Cetakan / wadah Pengaduk Cara membuat Minyak jelantah disaring kemudian didinginkan Timbang minyak jelantah sebanyak 200 gram Masukkan NaOH soda api sebanyak gram ke dalam 100 ml air jangan terbalik, jangan sampai air yang dituang ke soda api karena bisa meledak Masukkan larutan NaOH tersebut ke dalam minyak jelantah sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata, aduk terus hingga mengental Tambahkan jeruk nipis secukupnya. Jeruk nipis ini berfungssi untuk menambah aroma Tambahkan ekstrak daun binahong sebagai bahan anti bakteri Tuangkan ke dalam cetakan yang sudah tersedia Diamkan 3 – 5 hari agar campuran bahan menjadi padat dan bisa dipotong Keluarkan sabun dari cetakan, potong sesuai selera Sabun siap digunakan Jika sudah jadi, Bunda bisa menggunakan sabun dari minyak jelantah tersebut untuk mencuci lap, alat masak yang berlemak, hingga noda membandel pada peralatan makan. 2. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Lilin atau Lampu Minyak Saat tiba-tiba listrik di rumah padam, terlebih lagi pada malam hari, tentunya kita membutuhkan lilin atau lampu emergency untuk tetap bisa menerangi rumah. Namun, bagaimana jika tidak ada lilin atau lampu emergency? Jangan khawatir, Bun, manfaatkan saja minyak jelantah yang ada di dapur Bunda. Gambar Freepik Bunda bisa mengolah minyak jelantah menjadi lilin atau lampu minyak. Bahan-bahan yang diperlukan juga sederhana, kok. Ikuti langkah-langkah berikut ini, ya, Bun Sediakan sebuah wadah yang tidak mudah bocor dan tahan panas, misalnya Bunda bisa menggunakan tutup kaleng biskuit atau kaleng lain yang berukuran kecil Tuangkan minyak jelantah secukupnya ke dalam wadah tersebut Ambil segumpal kapas dan padatkan seperti sumbu kompor Letakkan kapas tersebut di dalam minyak Diamkan beberapa saat sampai minyak meresap dan membasahi semua bagian kapas Terakhir, bakar kapas tersebut dengan korek api hingga menyala layaknya lampu minyak. Jadikan sebagai lampu darurat saat listrik padam, Bun. Artikel Terkait 5 Minyak sehat untuk menggoreng, Bunda sudah gunakan? 3. Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Cairan Pembersih Lantai Membersihkan lantai rumah merupakan salah satu tugas utama yang perlu dilakukan agar lantai terlihat bersih dan terasa nyaman saat diinjak. Nah, minyak jelantah juga bisa diolah menjadi cairan pembersih lantai, lo. Gambar Freepik Melansir dari Zero Waste Indonesia, sebuah penelitian pernah dilakukan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan di Universitas Negeri Yogyakarta UNY untuk mengolah minyak jelantah menjadi cairan pembersih lantai. Mereka menamainya dengan “Karbol Milan”. Untuk membuatnya, mereka melakukan 3 tahap Tahap penjernihan minyak jelantah. Tahap pembuatan karbol. Dan tahap pengemasan produk. Sabun pembersih lantai ini mereka bagi ke dalam berbagai aroma, antara lain jeruk nipis, apel, melati, dan bougenvil. Jika Bunda ingin mengolah minyak jelantah yang ada di dapur untuk memanfaatkannya sebagai cairan pembersih lantai, Bunda bisa mengikuti langkah-langkah berikut Saring minyak jelantah menggunakan kain Campurkan minyak dengan larutan NaOH dan arpus sebagai disinfektan Untuk membuat cairannya lebih kental, tambahkan bahan berupa Hydroxy Ethyl Cellulose Campurkan larutan tersebut dengan Sodium Lauryl Sulfate yang berfungsi sebagai penambah busa dan pengangkat kotoran 4. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Aromaterapi Apakah Bunda suka menggunakan aromaterapi? Aromaterapi memang bermanfaat bagi tubuh dan pikiran kita, seperti untuk relaksasi, menghilangkan stres, meningkatkan kualitas tidur, mengobati masalah pernapasan, meredakan nyeri dan peradangan, serta baik untuk pencernaan dan mengurangi rasa mual. Gambar Freepik Daripada mengeluarkan biaya yang lebih mahal untuk membeli aromaterapi, Bunda bisa membuatnya sendiri menggunakan minyak jelantah di rumah. Untuk membuatnya, Bunda harus menjernihkan minyak jelantah terlebih dahulu dengan cara merendamnya memakai ampas tebu selama dua hari. Setelah itu, ambil bubuk jeli serta tambahkan essence aroma kesukaan Bunda, misalnya vanila atau kopi. Terakhir, olah dan cetak campuran bahan tersebut ke dalam berbagai bentuk serta tempatkan ke dalam wadah penyimpanan. Melansir dari Zero Waste Indonesia, kegunaan minyak jelantah sebagai aromaterapi juga sudah dibuktikan oleh para mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan FPIK di Universitas Brawijaya, Malang. Produk aromaterapi dari minyak jelantah ini dinamai Mijel Natural Relaxants. Artikel Terkait 6 Manfaat minyak bawang putih untuk kesehatan ini sangat menakjubkan, sudah coba? 5. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Pakan Unggas Jika Bunda atau keluarga memiliki peliharaan unggas, seperti ayam, bebek, burung puyuh atau unggas lainnya, Bunda juga bisa memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak. Akan tetapi, sebelum mengolahnya, minyak jelantah harus dinetralkan/dimurnikan terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk menghilangkan sifat karsinogenik pada minyak jelantah yang bisa berbahaya bagi unggas. Proses memurnikan atau menetralkan minyak jelantah ini dilakukan dengan 3 tahap, yakni Gum, yaitu memisahkan lendir-lendir zat seperti karbohidrat, air, atau protein dengan cara pemanasan. Netralisasi, yaitu upaya memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak menjadi senyawa. Pemucatan, yaitu proses penyerapan dengan zat penyerap atau adsorben. Setelah ketiga proses tersebut dilakukan, campurkan minyak jelantah yang telah diolah dengan pakan unggas, seperti jagung, dedak, atau bungkil kelapa. 6. Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Pupuk Tambahan untuk Tanaman Bagi Bunda dan anggota keluarga yang hobi berkebun atau memiliki tanaman di pekarangan rumah, bisa memanfaatkan minyak jelantah sebagai pupuk tambahan untuk tanaman tersebut. Asam lemak jenuh yang terkandung pada minyak jelantah memang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi jika diolah akan bermanfaat sebagai pupuk tambahan bagi tanaman. Mengutip dari beberapa bahan dan alat untuk membuat pupuk dari minyak jelantah adalah sebagai berikut Alat Saringan Jerigen/ember bertutup Selang bening kecil Gayung Botol Bahan Minyak jelantah 500-1000 cc Bekatul Air Mikroorganisme EM4 Molase/Tetes Tebu Langkah pembuatan pupuk dari minyak jelantah adalah sebagai berikut Campurkan bahan berupa minyak jelantah, air, bekatul, molase dan EM4 lalu aduk rata Masukkan adonan tersebut ke dalam jerigen atau ember yang memiliki tutup dan letakkan pada tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung Lubangi tutup lalu masukkan selang kecil hingga masuk ke adonan. Masukkan ujung selang yang diluar tadi ke dalam botol kecil berisi air. Tujuannya adalah untuk mengontrol suhu selama proses fermentasi berlangsung. Biarkan proses fermentasi berlangsung hingga minimal 30 hari Tanda fermentasi yang berhasil adalah tidak berbau busuk tetapi bau masam manis khas POC. Selain itu apabila digoyang maka muncul gelembung-gelembung kecil dalam jumlah banyak membentuk busa Setelah pupuk jelantah jadi, maka selanjutnya dilakukan penyaringan agar didapat pupuk cair tanpa kotoran padat Aplikasikan pupuk jelantah ini pada tanaman dalam konsentrasi yang sedikit saja, yakni sekitar 5ml/ liter untuk semprot dan 10ml/liter untuk siram. Penggunaan pupuk jelantah juga sebaiknya menunggu tanaman memiliki daun sempurna terlebih dahulu, yaitu minimal 3 minggu setelah ditanam dengan penggunaan pupuk jelantah 1-2 minggu sekali. Nah, Bunda, itulah 6 cara mengolah minyak jelantah untuk keperluan rumah tangga yang sangat bermanfaat. Bagaimana Bun, apakah tertarik untuk memanfaatkan minyak jelantah yang ada di rumah? Baca Juga Kini Sedang Langka, Waspada Praktik Minyak Goreng Oplosan 5 Cara Menghemat Minyak Goreng agar Tak Panik saat Harganya Naik 8 Ragam Manfaat Minyak Sereh untuk Bayi, Catat Parents! Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
Pemerintah Kota Pemkot Bogor mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah limbah minyak goreng Foto ilustrasi minyak jelantah BOGOR - Pemerintah Kota Pemkot Bogor mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah limbah minyak goreng. Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai zat aditif bahan bakar minyak BBM.Tawaran tersebut disampaikan oleh perwakilan dari perusahaan swasta asal Jepang kepada Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat 16/10. Menurut Dedie, Kota Bogor pernah memiliki pengalaman dalam memanfaatkan jelantah, yakni limbah minyak goreng menjadi bahan bakar minyak biodiesel. Jelantah dimanfaatkan untuk zat aditif BBM pada kendaraan Transpakuan, pada 12 tahun lalu. Namun, kendalanya adalah pasokan bahan baku minyak jelantah yang tidak stabil jumlahnya sehingga proses produksinya juga tidak bisa berjalan stabil dan konsisten."Karena itu, pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah, sehingga perlu ada keterlibatan swasta," katanya. Menurut Dedie, perusahaan swasta dari Jepang ini menawarkan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel untuk tambahan BBM yakni B30 sampai B100. Berdasarkan diskusi, keduanya menginginkan kepastian adanya pasokan minyak jelantah."Kalau saat ini ada tawaran untuk pengolahan minyak jelantah, maka potensi minyak jelantah ini akan diupayakan untuk menaikkan nilai tambahnya," itu, perwakilan dari perusahaan swasta asal Jepang, Cahyo, menyatakan, kehadiran mereka ke Balai Kota Bogor adalah menawarkan proposal kerja sama untuk pengolahan limbah minyak goreng menjadi biodiesel. Tawaran ini akan menjadi satu proyek percontohanuntuk pengolahan biodiesel yang ramah lingkungan. "Kalo proyek percontohan ini berhasil, bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya," latanya. sumber Antara
– Pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah dan limbah masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Persampahan Nasional SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK pada 18 Januari 2020, total timbunan sampah nasional mencapai 65,7 juta ton per tahun atau setara dengan 13 juta gajah per jumlah tersebut, sampah makanan menjadi penyumpang terbesar, yakni 27,7 persen. Kemudian, sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga dengan kisaran 45,8 persen. Salah satu penyumbang sampah terbesar adalah limbah rumah tangga yang dihasilkan oleh rumah tangga dan usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Limbah jenis ini dapat mencemari dan merusak ekosistem lingkungan. Guna mengatasi hal tersebut, Gojek dan GoTo Financial bagian dari Grup GoTo bekerja sama dengan Kementerian LHK serta Waste4Change menyelenggarakan sustainability workshop bertema “DariAksiKecil Ubah Limbah Jadi Berkah, Kelola Minyak Jelantah secara Tepat” bagi mitra UMKM, Selasa 22/2/2022. Baca juga Ini Strategi Electrum, Patungan Gojek-TBS, Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Head of Merchant Partnership and Brand Strategy Gojek Putri Rusli mengatakan, workshop tersebut mengajak pelaku usaha untuk mengolah limbah rumah tangga agar dapat memberi nilai tambah. “Gojek dan GoTo Financial terus berupaya mendampingi para mitra untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah sebagai resolusi menyambut awal 2022,” tutur Putri pada acara workshop tersebut. Inisiatif tersebut, lanjut Putri, merupakan aksi kecil untuk mengajak mitra usaha dan masyarakat melakukan langkah konkret terhadap kelestarian lingkungan. DOK. AWAWA PRABANING ARKA. Head of Merchant Partnership and Brand Strategy Gojek Putri Rusli. . Ia menjelaskan, workshop pengelolaan limbah minyak jelantah merupakan bagian dari edukasi GoGreener. Edukasi ini merupakan program dari GoTo yang mengajak dan memfasilitasi pelanggan, mitra usaha, dan mitra driver di ekosistemnya untuk dapat melakukan aksi yang lebih ramah lingkungan. Edukasi GoGreener dilakukan melalui serial workshop DariAksiKecil yang dilaksanakan selama Februari-Maret 2022. “Setelah workshop ini, kami akan menyelenggarakan sustainability workshop lanjutan dengan tema menyulap minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan serta langkah menuju bisnis ramah lingkungan,” ujarnya. Olah sampah dengan 3R Pada kesempatan sama, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK Sinta Saptarina Soemiarno mengapresiasi upaya Gojek dan GoTo Financial yang mendukung program pengurangan sampah yang bekerja sama dengan pihaknya. Baca juga Dukung Pelaku Usaha Jadi BestSeller, GoSend Luncurkan Ragam Inovasi pada 2022 Untuk diketahui, inisiatif "Dari Aksi Kecil" tersebut adalah salah satu bentuk implementasi kolaborasi berkelanjutan Gojek dan Kementerian LHK melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Hari Peduli Sampah Nasional 2021. Selain workshop tersebut, Gojek dan Kementerian LHK sudah bekerja sama terkait pengurangan sampah plastik, edukasi etika bisnis berkelanjutan, dan mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan kepada pelaku bisnis. Sinta melanjutkan, solusi terhadap masalah sampah, bisa diterapkan melalui 3R, yakni mengurangi reduce, menggunakan kembali reuse, dan mendaur ulang recycle.DOK. AWAWA PRABANING ARKA. Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK Sinta Saptarina Soemiarno. Menurutnya, solusi tersebut dapat diterapkan pelaku UMKM melalui sistem ekonomi sirkular untuk memanfaatkan sisa hasil produksi sampai tidak bisa digunakan lagi. Sementara, masyarakat bisa mengalihfungsikan barang bekas menjadi barang lain yang berdaya guna. Sebagai contoh, menggunakan bahan dari baju bekas untuk diolah menjadi tas. Baca juga Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan “Masyarakat bisa menerapkan gaya hidup minim sampah. Dengan demikian, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir TPA hanya sedikit dan memang barang yang sudah tidak bisa digunakan lagi,” tutur Sinta Daur ulang limbah minyak jelantah Pengolahan limbah 3R bisa diterapkan pada minyak jelantah hasil rumah tangga atau produksi UMKM. Pada sustainability workshop, Head of Communication & Engagement Waste4Change Hana Nur Auliana menjelaskan daur ulang limbah minyak jelantah dapat menjadi solusi mengatasi masalah lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh limbah tersebut. Seperti diketahui, limbah minyak jelantah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan pada manusia. Baca juga Bersama OJK, GoTo Financial Luncurkan Buku Pintar Finansial untuk UMKM dalam Bentuk Digital Limbah tersebut dapat menyumbat saluran air dan menurunkan kadar oksigen di sungai atau kali yang tercemar. Akibatnya, banyak ikan mati di sungai yang tercemar limbah minyak jelantah. Oleh karena itu, kata Hana, minyak jelantah jangan dibuang di saluran air. Jangan pula dibuang atau ditimbun di tanah. Sebaiknya, limbah minyak jelantah didaur ulang karena dapat memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM. Limbah ini dapat diolah menjadi bahan bakar biodiesel, lilin, dan sabun. Untuk mendaur ulang, pelaku UMKM tak perlu melakukannya sendiri. Pelaku usaha cukup menampung minyak jelantah sisa produksi. Saat menampung, saring minyak dari sisa-sisa gorengan agar mudah diolah. Baca juga Fitur Carbon Offset GoTo Group dan Resmi Diadopsi Kemenparekraf Setelah tertampung banyak, lanjut Hana, minyak jelantah bisa disalurkan ke tempat penampungan dan penyimpanan minyak jelantah resmi. Saat ini, penampungan tersebut sudah tersedia di banyak tempat, salah satunya milik Waste4Change. Pelaku UMKM dapat menyalurkan limbah minyak jelantah ke Waste4Change untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. “Kami akan melakukan pengangkutan secara berkala ke lokasi. Minimal volume minyak yang kami angkut sekitar 1 mobil pick-up atau kira-kira 20 jeriken. Minyak jelantah yang diangkut oleh Waste4Change akan disalurkan ke pabrik untuk diolah menjadi biodiesel,” katanya. Hana menambahkan, selain minyak jelantah, Waste4Change juga menerima barang sisa konsumsi lain, seperti jeriken, botol sampo, sisa kosmetik, serta kardus.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ade Yolla Dliaul A Dokumentasi Pribadi, Sasaran Lili Aroma terapi kepada warga Pada tanggal 27 Mei 2023, sebuah kelompok yang terdiri dari empat orang mahasiswa, yaitu Ahmad Rifqi, Aurelia Thesya P., Arif Budi Prasetya, dan Ade Yolla Dliaul A., berkumpul untuk membahas sebuah inovasi yang dapat memberikan manfaat baru dari minyak jelantah. Minyak jelantah, yang juga dikenal sebagai minyak bekas penggorengan, merupakan minyak yang telah digunakan untuk menggoreng makanan dan kemudian didaur ulang minyak jelantah berasal dari rumah tangga, restoran, kantin, warung, atau pabrik-pabrik makanan. Namun, proses penggunaan minyak jelantah yang berulang-ulang dapat menyebabkan perubahan kualitas dan stabilitas minyak tersebut. Terjadinya degradasi, perubahan rasa, dan pembentukan senyawa berbahaya seperti radikal bebas dan lemak trans menjadi risiko kesehatan yang kelompok ini memiliki gagasan inovatif untuk memanfaatkan minyak jelantah yang sudah banyak digunakan tersebut. Mereka mempertimbangkan untuk mengubah minyak jelantah menjadi lilin yang dapat digunakan di rumah tangga atau tempat lainnya. Dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin, kelompok ini melihat adanya potensi untuk mengurangi limbah dan menciptakan produk yang berguna dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Dalam pembahasan mereka, kelompok ini berusaha mencari cara untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin yang aman, berkualitas, dan ramah lingkungan. Dalam cerita ini, kita akan menyaksikan perjalanan kelompok ini dalam mengembangkan ide mereka. Mereka akan menghadapi tantangan teknis, belajar tentang proses pembuatan lilin, dan menjelajahi cara-cara untuk memasarkan produk mereka. Dengan semangat kolaboratif dan keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, kelompok ini berusaha menjadikan minyak jelantah yang tidak disarankan untuk digunakan kembali menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan produk baru yang kita saksikan bagaimana kelompok ini berjuang melawan stigma terhadap minyak jelantah dan mengubahnya menjadi sesuatu yang yang dibutuhkan 1. Minyak jelantah yang sudah disaring dan bersih. 2. Arang Secukupnya3. Setearin bahan pengeras kimia4. Pewarna lilin pulas/krayon. 1 2 3 4 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
pabrik pengolahan minyak jelantah